haluanmadura.com – Perhelatan akbar Madura Culture Festival (MCF) 2026 di Kabupaten Sumenep tidak hanya menjadi pusat perhatian warga karena suguhan budayanya, tetapi juga karena kebersamaan para pejabat daerah. Usai meresmikan pembukaan festival, Sekdakab Sumenep, Agus Dwi Saputra, menyempatkan diri menyapa berbagai stan pameran yang berdiri megah di lokasi. Didampingi oleh para Asisten dan Kadisbudparpora Faruk Hanafi, Sekda antusias melihat potensi daerah yang dipamerkan.
Salah satu tempat yang mendapat kesempatan istimewa untuk dikunjungi adalah anjungan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep. Sekdakab bahkan berkenan memasuki area dalam stan guna melontarkan obrolan akrab bersama jajaran aparatur Bapenda yang menyambutnya. Suasana kekeluargaan langsung terasa menyelimuti pertemuan singkat di tengah hiruk-pikuk arena festival budaya tersebut.
Penyambutan kunjungan pimpinan tertinggi birokrasi itu dikawal langsung oleh Kepala Bapenda Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, beserta Kabid P2D, Akhmad Sugiharto. Diskusi ringan yang berlangsung di dalam stan menciptakan atmosfer hangat tanpa sekat formalitas yang kaku. Hal ini mencerminkan keharmonisan hubungan kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Kepala Bapenda Sumenep menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan yang diberikan oleh Sekdakab di sela-sela padatnya agenda festival. Menurutnya, perhatian langsung dari pimpinan daerah merupakan bentuk dukungan moral yang sangat berharga bagi instansinya dalam mengikuti rangkaian acara MCF 2026.
Ia menambahkan bahwa ajang festival budaya ini memiliki peran ganda yang strategis. Selain melestarikan kebudayaan lokal, kegiatan ini juga membuka peluang emas untuk membangun jejaring kolaborasi serta mempromosikan potensi daerah kepada khalayak ramai. Pihaknya optimistis agenda tahunan ini mampu memberikan multiplier effect bagi kemajuan ekonomi masyarakat.
Kunjungan Sekdakab ke anjungan Bapenda memperlihatkan sisi humanis di balik kesuksesan penyelenggaraan MCF 2026. Ajang kebudayaan ini sukses mempertemukan berbagai elemen penting pemerintahan dalam suasana yang santai dan penuh kebersamaan. Hal tersebut membuktikan bahwa festival tidak sekadar menyuguhkan tontonan seni, melainkan juga memperkuat solidaritas antarpemangku kepentingan daerah.
